Enak Ya Udah LULUS?

“Duh, pengen cepet-cepet lulus deh”

“Pengen cepet-cepet nyelesaiin skripsi”

“Besok langsung wisuda aja bisa nggak sih???”

“Males banget kuliah ih, pengen cepet-cepet kerja aja terus nikah hahaha”

Itulah beberapa pernyataan dan pertanyaan yang sering diajukan oleh mahasiswa, khususnya mahasiswa tingkat akhir. YA, dulu sebelum saya sidang dan resmi lulus, saya juga sering menyatakan dan menanyakan hal-hal tersebut. Tapi, tahukah kalian bahwa sesungguhnya kehidupan kampus dan perkuliahan di dalamnya itu jauh lebih indah dan nikmat apabila dibandingkan dengan kehidupan pasca kampus yang sangat keras. Kenapa? Kalian nggak percaya? Berikut adalah ketiga fakta yang telah saya temukan dan alami selama satu bulan resmi jadi freshgraduate alias jobseeker alias unemployement alias, ya, pengangguran, hiks.

  1. Setelah lulus, kalian mau ngapain? Ini pertanyaan mutlak bagi bara lulusan baru. Kalian mau lanjut kuliah S2? Atau kerja? Atau menikah? Oke, kita abaikan saja pertanyaan ketiga. Berdasarkan survey yang saya lakukan secara gamblang dengan metode stalker dan kepo-kepo cantik, saya menemukan fakta bahwa sekitar 95% para freshgraduate akan bekerja setelah lulus, dan hanya 5% saja yang melanjutkan kuliah S2. Kenapa? Karena sebagian besar dari mereka menganggap bahwa mereka masih dalam fase “capek” untuk belajar apalagi dengan memulai dengan penelitian baru. Sehingga mereka memutuskan untuk mencari kerja dan menghasilkan uang sendiri. Sementara untuk yang ingin melanjutkan S2 hanya ada dua alasan (yang saya temui di lapang), yaitu karena dia memang ingin melanjutkan studinya (bisa berdasarkan minat dalam diri, maupun saran orang tua), atau karena dia bingung mau ngapain, sedangkan dia belum siap untuk kerja, makanya S2 jadi pelarian.
  2. Ketika freshgraduate telah memutuskan untuk mencari kerja, disinilah masa-masa paling berat. Disinilah masa-masa kita akan merasa menjadi manusia paling tidak berguna di muka bumi ini. Disinilah masa-masa kita merasa dilema, di satu sisi kita malu untuk minta uang ke orang tua karena sudah bukan mahasiswa lagi. Tapi di satu sisi, kita belum dapat pekerjaan dan otomatis belum punya uang sendiri. Memang buah simalakama. Serba salah. Mencari kerja pun tak semudah saat kita belajar dengan metode SKS (re: Sistem Kebut Semalam) saat mau ujian besok. Karena mencari kerja itu cocok-cocokkan. Nggak seenak jidat sehari dua hari langsung dapet kerja. Kenapa? Karena kita harus menyesuaikan passion dengan kerjaan kita. Selain itu juga kita harus pikir-pikir mengenai perusahaannya. Apakah bonafit atau tidak. Ditambah lagi kalau jurusannya terlalu “anti-mainstream”, kita harus pintar-pintar cari peluang. Belum lagi kalau kita punya pendirian yang terlalu idealis, misalnya tidak mau bekerja di perusahaan rokok, perbankan, finance, atau perusahaan yang punya citra buruk di masyarakat. Ya, semua tergantung dengan filosofi dan prinsip kita. Menurut hemat saya, semakin kita tidak memperdulikan idealisme kita, maka akan semakin mudah dan cepat untuk mendapatkan pekerjaan. Hal ini karena kita tidak akan dibentengi oleh “syarat-syarat” tertentu dalam mencapai kerja.
  3. [Ini belum saya alami sendiri, tapi berdasarkan research dari yang dialami oleh teman-teman]. Sudah dapat kerja bukan berarti bebas. Karena justru ketika bekerja itulah kehidupan yang sesungguhnya dimulai. Kita akan sulit membedakan mana kawan dan lawan. Maka dari itu tetaplah waspada. Dunia pekerjaan sangatlah berbeda dengan dunia kuliah. Apabila saat kuliah kita masih dapat memiliki teman-teman dekat dan percaya dengan mereka, maka di dunia kerja bisa saya katakan ini sulit. Di dunia kerja, bisa saja yang terlihat baik dan seolah-olah merupakan teman dekat kita malah justru merupakan musuh dalam selimut. Belum lagi ketika kita sudah all out dalam menjalankan pekerjaan, tidak diberikan reward, jadi harus sabar-sabar. Berbagai tekanan yang dihadapi pun jauh lebih sulit daripada kuliah. Kita harus bertindak secara profesional dan bertanggung jawab atas semua tindakan. Hanya ada dua pilihan di dunia kerja, survive or resign. Saran saya untuk orang-orang diluar sana yang sedang mencari kerja (*termasuk saya sendiri), carilah pekerjaan yang benar-benar anda senangi. Kalau boleh saya saran jangan punya prinsip seperti ini :

“Nggak apa-apa kerja apapun, yang penting kerja deh.”

Jangan ya. Kalau bisa jangan. Karena dengan prinsip seperti itu, kalian terlihat sekali orientasinya adalah “uang” dan “kata orang.” Apabila kalian menerapkan prinsip ini dalam diri kalian, saya yakin kalian tidak akan lama bertahan dalam pekerjaan tersebut. mungkin paling lama satu bulan saja, bahkan kalau belum taken kontrak bisa jadi hanya satu hari bertahan. Ini nyata, dari pengalaman teman.

Kalau kata saya:

“Lebih baik sabar dan menunggu sedikit lebih lama untuk pekerjaan yang sesuai dengan kita. Tidak usah takut cibiran dari orang ataupun rizki yang tak kunjung datang. Karena Tuhan tak pernah tidur. Maka selain berusaha, berdoalah kepada Tuhan agar kalian segara diberikan rizki yang halal dan tayib.”

Kalau kalian menerapkan prinsip yang ini dalam diri kalian, niscaya kalian akan mendapatkan pekerjaan terbaik untuk diri kalian. Kadangkala freshgraduate lupa, dia hanya berusaha saja tanpa berdoa. Ingatlah kawan, yang memberikan rizki adalah Tuhan. Kenapa kalian tidak meminta dan memohon kepada-Nya? Kenapa kalian terlalu sombong dan sibuk sampai-sampai lupa untuk memohon kepada sang pemberi rizki. Jika kalian merasa sudah maksimal dalam berusaha mencari kerja, namun tak kunjung dapat pekerjaan, coba evaluasi diri. Apakah kalian sudah berdoa?

Nah, itulah tadi ketiga fakta yang saya temukan selama sebulan resmi menjadi freshgraduate. Kalau ada yang nanya, “Sekarang udah daftar dimana, Ty?” saya akan jawab “Daftar dimana-mana, doain aja ya biar cepet dapet kerja. Heheheh.” Ohiya, nanti kalau saya sudah dapat pekerjaan, akan saya share perusahaan apa saja yang telah saya coba lamar sebelumnya dan berbagai tahapan yang pernah saya lalui. Untuk kamu yang sedang mencari pekerjaan, tetap semangat ya! Kamu tidak sendirian kok, heheh. Ganbarimashou, Minna San 🙂

img_003d

Advertisements

2 thoughts on “Enak Ya Udah LULUS?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s